Ficlet : A Lullaby in a Starry Night


rinnaaay‘s storyline

SHINee’s Onew & OC

Romance // PG-13 // Ficlet

.

My heart is dark, it’s hard to sleep

Complicated worlds keep torturing me

Even when the sunlight from the windows covers my face

I don’t want to open my eyes

This reality of not seeing you anymore

If only it can change

(Starry Night – SHINee’s Onew & Lee Jin Ah)

Aku lupa dimana aku pernah membaca gagasan yang berkata bahwa ketika kau sedang berbahagia, kau menikmati musiknya, tapi ketika kau sedang bersedih, kau menghayati liriknya. Aku pikir itu hanya lelucon. Tapi ternyata tidak.

Aku baru benar-benar menyadarinya detik ini. Melalui earphone putih yang terpasang di kedua telingaku, lirik itu terasa nyata dan menusuk. Pasalnya, sudah sejak insiden di klub malam itu aku belum bertemu dengan Jinki—Jinki-ku. Bahkan tidak ada panggilan atau pesan singkat yang mewakili kehadirannya. Aku marah, tentu saja. Tapi sampai dimana aku mendengar suaranya lewat lagu Starry Night ini, aku sadar bahwa aku hanya khawatir.

Jangan sangka aku tidak berusaha menghubunginya. Tentu saja aku berusaha setelah susah payah menekan gengsiku yang teramat tinggi. Tapi ponselnya tidak bisa dihubungi. Aku sudah menelepon member SHINee yang lain, tapi mereka pun sulit bertemu Jinki. Aku bahkan menelepon manager ahjusshi yang bersikeras dipanggil oppa itu, tapi dia benar-benar keras seperti batu dan tidak memperbolehkanku berbicara dengan Jinki bahkan setelah aku mengeluarkan aegyo-ku dan memanggilnya Oppa dengan sangat manis. Benar-benar menurunkan harga diriku.

Aku menghela napas. Lelah berargumen dengan diriku sendiri di dalam kepalaku yang mulai mau pecah ini.

Di ponselku, aku memutar satu video melalui Youtube. Video Jinki dan Rocoberry menyanyikan lagu Lullaby tanpa iringan musik. Mereka duduk berdampingan dengan Jinki yang memakai sweater rajut berwarna hijau tua dan Rocoberry yang tampil cantik dengan terusan warna kuning cerahnya. Aku ingat aku dan Jinki pernah tertawa terbahak karena mempraktekan video ini. Kami me-reka-ulang video dengan aku yang berperan sebagai Rocoberry. Aku berusaha bernyanyi sebagus gadis itu tapi yang terjadi adalah Jinki berkali-kali terbahak karena suaraku yang begitu menjijikkan. Aku yang tidak mau menyerah terus berusaha bernyanyi tapi tawa Jinki makin keras. Membuatku yang semula merengut sebal jadi ikut tertawa ketika melihat hasil video kami di ponselku. Iya, kami merekam kejadian bodoh itu di ponselku. Dan setiap kali melihatnya, video itu tidak pernah tidak berhasil membuatku menangis karena tertawa terlalu geli.

“Jinki-ya…” gumaman ke sekian kali setiap kali aku mengingatnya.

Aku kembali menghela napas. Memutuskan untuk memutar music video Lullaby lewat Youtube dengan earphone yang masih tersambung di telingaku. Sebenarnya bisa saja aku memutar lagunya di playlist ponselku, tapi aku sedang sangat ingin melihat wajahnya, jadi inilah yang kulakukan seja tadi. Memutar video di Youtube.

Perpaduan suara Jinki dan keadaan kamarku yang hanya diterangi lampu kecil di nakas sisi tempat tidurku membuat perpaduan yang luar biasa. Hatiku gundah bukan main karenanya. Aku meletakkan ponsel disisiku, mengganti posisi tidurku menjadi miring dan menutup mataku. Tenggelam dalam suara Jinki.

Ada cahaya. Aku menyadarinya bahkan sebelum aku membuka kedua mataku. Dan ketika aku membuka mata, seseorang berdiri di sana—di depan pintu kamarku. Dan aku tidak terlalu bodoh untuk tahu siapa itu meski wajahnya belum terlihat karena silau cahaya ruangan di luar.

Aku bangkit dari tidurku. Duduk dan menunggunya melangkah mendekat. Semakin dekat dan kini ia duduk di tempat tidurku, di hadapanku. Membuatku melihat wajahnya dengan sangat jelas. Ia membuka mulutnya, mengatakan sesuatu entah apa karena earphone masih tersambung di telingaku. Dan aku tidak begitu peduli. Aku melenyapkan jarak di antara kami dengan memeluknya. Menempatkan daguku di bahunya. Jinki ada di sini dan kurasa aku tidak butuh apa-apa lagi bahkan penjelasan sekalipun.

Jinki lunglai dalam pelukanku. Dagunya yang berada di bahuku terasa berat, seolah ia sedang bersandar dari kelelahannya. Aku tahu. Aku tahu kau lelah, Jinki-ya.

Gwaenchanagwaenchana,” kataku sambil mengusap rambutnya. Dengan earphone yang melantunkan lagu Lullaby masih menempel di telinga.

“Semuanya akan baik-baik saja, Jinki-ya…” bisikku di telinganya, dan kurasakan ia mengangguk dan melepaskan pelukannya.

Jinki menatapku sejenak dengan mata lelahnya. Tersenyum tipis dan melepaskan earphone dari telingaku. Ia mengambil tempat di sisiku. Dengan gerakannya, ia menginstruksikanku untuk berbaring di sisinya. Aku menurut, berbaring dalam pelukannya, mencium samar aroma tubuhnya yang mendadak membuatku merasa damai.

Dengan suaranya yang terdengar agak serak, ia mulai bernyanyi.

Sleep well tonight, my dear

Lay down the burden on your shoulders

It’s nothing but my gift to you

Is only this song

 

Sleep well tonight, my love

As you are tightly held in my arms

I pray that I can protect your pretty smile

Good night, my love

(Lullaby – SHINee’s Onew & Rocoberry)

Author’s

Lee Jinki terbangun bahkan sebelum alarm paginya berbunyi. Pukul 3 dini hari. Ia tersenyum melihat gadis di hadapannya yang masih terlelap. Jinki merasakan jejak-jejak lengket air mata di pipi gadis itu ketika ia menyentuhnya. Lagi-lagi gadisnya itu menangis. Karenanya.

Jinki merasa bersalah sekaligus sangat bersyukur memiliki seseorang seperti Naya di saat-saat seperti ini. Bukannya bertanya dan menuntut penjelasan, gadis ini justru memeluknya tanpa pertanyaan sedikitpun. Bahkan ketika Jinki mencoba menjelaskan, Naya hanya berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja dengan telinga yang tersumbat lagu miliknya. Jinki merasa jauh lebih tenang bahkan hanya dengan pelukan Naya.

Mianhae,” bisik Jinki, kemudian mengecup kening Naya perlahan.

Ia bangkit dari tidurnya dengan gerakan yang sangat hati-hati. Meraih pulpen dan notes di nakas sisi tempat tidur, dan mulai menulis.

When I’m spending a night of tears, be my light
When I’m lost and wandering, be my star
Will you be my star for my unknown tomorrow?
Be my starlight*

Love,
Jinki

 

end

 

*potongan lirik Starry Night – Onew & Lee Jin Ah

One thought on “Ficlet : A Lullaby in a Starry Night

  1. Lama gk baca Canon… Dan ini sgt relevan dgn masalah yg terjadi saat ini. Manis gimana cara ceweknya memberi perhatian ke jinki, walaupun agak terlalu drama utk ukuran canon mgkin di akhir tapi gapapa
    Keep writing!

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s