[Ficlet] Tonight


 

rinnaaay‘s storyline

SHINee’s Onew & OC

Romance // PG-17 // Ficlet

.

…melihat wajah lelah Jinki dengan rambut acak-acakan karena ulah tangannya tadi membuat Naya semakin terbakar. Ia merasa panas di sekujur tubuhnya. Ia menginginkan lebih.

Jinki menghentikan mobilnya tepat di depan gedung apartment Naya. Mematikan mesin mobil dan menoleh ke arah gadis yang duduk di kursi penumpang. Gadis itu juga sedang menatapnya.

Jinki tersenyum, “Sudah sampai,” katanya.

He-em. Sudah sampai.” Naya mengulangi kalimat itu, tapi ia justru merasa sedih. Itu artinya ia harus segera berpisah dengan Jinki-nya. Rasa-rasanya cepat sekali mereka menghabiskan waktu bersama, padahal seharian ini mereka terus bersama. Lebih lama dibanding waktu pertemuan mereka sebelumnya yang hanya berkisar 3 sampai 4 jam.

Jinki mengambil inisiatif untuk melepaskan seat belt yang masih mengunci tubuh kekasihnya itu, kemudian mengecup singkat bibir mungil itu ketika jarak mereka dekat. Tidak puas hanya dengan kecupan singkat, Naya menahan wajah Jinki dengan kedua tangannya di pipi lelaki itu. Ia mencium bibir Jinki dan menyelipkan bibir atasnya diantara bibir Jinki, agar ia juga dapat merasakan bibir bawah Jinki yang sangat ia sukai. Jinki tentu meladeni permainan Naya. Lelaki itu menekan tengkuk Naya dengan tangannya, membuat bibir mereka semakin terpagut.

Tiga menit berlalu dan Jinki melepaskan ciumannya. Ia menyeka ujung bibir Naya dengan ibu jarinya kemudian mengambil sehelai tissue di dashboard untuk diserahkan kepada Naya.

Lipstick-mu,” kata Jinki.

Naya mengambilnya dan mulai membersihkan riasan bibirnya yang berantakan. Jinki membantu dengan menyalakan lampu mobil dan mengarahkan kaca ke arah Naya. Naya melirik Jinki yang sedang memerhatikannya, membuat jantung Naya semakin berdetak cepat. Melihat wajah lelah Jinki dengan rambut acak-acakan karena ulah tangannya tadi membuat Naya semakin terbakar. Ia merasa panas di sekujur tubuhnya. Ia menginginkan lebih.

Belum selesai Naya merapikan riasannya, gadis itu justru mematikan lampu dan merangsek mendekati Jinki.

“Jinki-ya…” panggil Naya pelan.

“Hm?”

“Kau mau mampir ke apartment-ku?”

“Sudah malam, kau harus istirahat.”

“Jinki-ya…”

“Ya, sayang?” jawab Jinki dengan senyuman di wajahnya. Ia menatap wajah Naya yang semakin mendekati wajahnya. Wajah gadis itu sungguh menarik dengan ekspresi seperti ini. Jinki tahu ekspresi itu, dan Jinki sangat menyukainya. Tapi biarlah, kali ini ia ingin bermain-main sedikit.

“Hmm…” Naya menggigit kecil bibir bawahnya, berpikir, “Lampu kamar mandiku mati, bisa gantikan untukku?”

Jinki menahan senyum. “Benarkah? Bukankah kau baru menggantinya minggu lalu?”

“Entah, sepertinya ada yang rusak. Kau tahu aku takut gelap, jadi bisa mampir apartment-ku untuk mengganti lampu?”

***

“Hm? Kau bilang lampunya rusak?” Jinki memainkan saklar lampu kamar mandi dan lampu itu terlihat baik-baik saja.

“Benarkah? Tadi pagi ia tidak mau menyala!” seru Naya berlebihan, membuat Jinki yakin bahwa gadis itu berbohong. Namun anehnya, ia suka.

“Syukurlah sekarang sudah tidak apa-apa. Kalau begitu aku harus pulang sekarang.” Jinki beranjak namun Naya menahan tangannya.

“Jinki-ya…”

“Hmmm?” Jinki menoleh dan rasanya ia hampir sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.

“Tidak mau minum teh dulu?”

Jinki melirik arlojinya. “Sudah malam. Kau harus segera istirahat.”

“Tapi—“

“Tapi?”

“Tapi…”

“Ya?”

Naya yang semula menunduk memberanikan diri untuk mendongak menatap mata Jinki. “Jinki-ya…”

“Iya?” kata Jinki sabar. Gadisnya itu memang juara dalam menahan hal-hal semacam ini.

Naya memeluk Jinki. Membuat Jinki hampir lelah untuk bertahan.

“Jangan pulang,” rengeknya di dada Jinki.

“Kenapa? Aku juga butuh istirahat, Sayang.”

“Aku membutuhkanmu.”

“Untuk? Mengganti lampu? Lampumu baik-baik saja.”

Naya menggeleng.

“Lalu?”

“Aku menginginkanmu…”

“Apa? Aku tidak dengar,” kata Jinki. Ini semakin terasa seru.

Naya melepas pelukannya. Mendongak menatap wajah Jinki. Memberanikan diri semakin mendekat dan berkata, “I want you… tonight.

Setelahnya Naya mengecup bibir Jinki. Ringan. Ingin tahu bagaimana reaksi Jinki. Lelaki itu tersenyum miring dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Naya. Menariknya hingga bibir mereka berdua bertemu. Mereka berpagutan cukup lama sampai akhirnya sama-sama melepaskan diri karena kehabisan napas.

“Lama,” kata Jinki pelan. Wajah mereka hanya berjawa 5 inci membuat mereka bisa merasakan napas masing-masing. “Aku sudah hampir akan menerkammu sejak tadi. Tidak sulit kan untuk mengajakku tidur lebih dulu?”

 

End

2 thoughts on “[Ficlet] Tonight

  1. Lama banget ga baca ff… Dan nay.. Apa ini? 😆
    Naya lincah(?).. Ah gak tau nyebutnya apa.. Sempet deng dong(?) sama kalimat penutupnya jinki. Tapi begitu ngeh langsung ketawa..

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s