[Ficlet] Bajak Laut Dan Puteri Samudera


IMG_20180516_225224

 

A fanfic by narinputri

 

Golden Child’s TAG x OC

childhood!AU, age manipulation, friendship, fluff

ficlet // general

pic by heartaek

 

“Dimana-mana Bajak Laut itu tidak ada yang baik hati,”

Ada satu permainan yang bagi Youngtaek tak pernah bosan untuk dilakukan berulang.

“Ayo kita main bajak laut! Aku akan jadi bajak laut, dan kau adalah anak buahku!”

Kalimat yang sudah Hinako hapal di luar kepala. Bagaimana tidak jika tiap hari Youngtaek selalu memberikan komando seperti itu padanya, meski tahu bosan sudah menyelimuti. Tapi tetap saja ia mau, toh hanya Youngtaek seorang yang mau bermain dengannya selama ini.

“Apakah tidak ada pilihan selain menjadi anak buahmu? Capek tahu, tiap hari membersihkan dan menahkodai kapalmu, sementara kau hanya menyuruh tanpa berbuat apa-apa!” akhirnya si gadis kecil berkucir dua tersebut berterus terang pada Youngtaek.

“Karena aku Kapten, jadi aku bisa menyuruhmu! Jabatanku lebih tinggi darimu!”

Rupanya ‘anak ayam’ di depannya mulai membuat kesal. Meski jarak umur mereka hanya setahun, bukan berati Hinako bisa membiarkan Youngtaek seenaknya sendiri. Hingga akhirnya Hinako memutuskan untuk membuat permainan sendiri.

“Baiklah, kalau begitu aku akan jadi penguasa lautan! Panggil aku ‘Puteri Samudera’, wahai kau Kapten Bajak Laut yang keji!” Hinako berakting bak seorang ratu dengan selendang biru yang baru saja diambil dari tumpukan pakaian di atas sofa.

“Mana ada Puteri Samudera! Penguasa lautan hanyalah seorang Bajak Laut yang kuat serta berani!” seru Youngtaek mengarahkan gulungan kertas tebal yang dianggapnya pedang.

Hinako memberi seringai tipis lantas mengibaskan selendang tersebut, dengan kepala sedikit terangkat diikuti akting yang sempurna darinya. Tak ayal jika Hinako sering menjadi tokoh utama ketika ada pementasan drama di sekolah.

“Wahai kau, Bajak Laut Yang Kejam! Tanpaku, Sang Puteri Samudera, kau bukanlah apa-apa! Aku bisa menenggelamkan kapalmu dengan gelombang raksasa di tengah laut! Menerbangkan kapalmu dengan badai ke langit! Dan menghentikan ombak serta angin laut agar kapalmu tidak akan bisa berlayar!”

Suasana mendadak berubah menjadi pementasan drama yang sering ditonton oleh Ibu Hinako di televisi. Efek deburan ombak pada karang serta angin kencang seolah turut menemani mereka berdua.

“Tapi, aku adalah Bajak Laut yang baik hati! Kau tidak boleh jahat terhadapku!”

Ucapan Youngtaek lantas membuat Hinako menyemburkan tawa keras. Ia tahu jika teman sepermainannya itu mulai merasakan kekalahan dan terintimidasi.

“Son Youngtaek, dimana-mana Bajak Laut itu tidak ada yang baik hati.”

Youngtaek mendengus. Dilepaskan penutup mata mainan dari kelapanya, kemudian mengikat kain putih di kepalanya. Boneka beruang milik Hinako menjadi teman berlayarnya sekarang.

“Lihat! Aku adalah Bajak Laut Yang Baik Hati! Karena itu, Puteri Samudera tidak boleh menenggelamkan kapal orang yang baik hati!” ucap Youngtaek yang sudah terkumpul keberaniannya dengan percaya diri.

Lagi-lagi Hinako harus mengalah untuk kesekian kalinya.

 

-TAMAT-

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s