[Vignette] Silent Love


Silent Love

.

Hurt/Comfort || Vignette || Teens

Starring :

[Nine Percent/NEX7] Fan Chengcheng & [Original Character] Oh Jinhye

With

[Original Character] Kim Hyerim & mentioned [Soloist] Luhan


Cinta dalam diam memang membuat hati remuk redam. Begitulah yang terjadi pada Fan Chengcheng dan Oh Jinhye yang hanya mencintai dalam diam.

Side story from my coming soon fanfiction : Choices

© 2018 Storyline by HyeKim

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

“Sudah lama menunggu?”

Vokal tersebut membuat Chengcheng terkesiap. Lamunannya terputus, lantas atensinya tercurah pada sosok gadis yang baru tiba di bistro tempatnya dari tadi termenung.

Lihat bagaimana elok dan memesonanya seorang Kim Hyerim, si gadis yang baru muncul. Menjerembabkan Fan Chengcheng kembali ke kubangan dimana ia memantik asa akan cinta pandang pertamanya. Kim Hyerim masih sama seperti kala pertama keduanya berjumpa di orientasi kampus; sama membuat Fan Chengcheng bersimpuh atas nama cinta.

“Fan Chengcheng?” Hyerim memecahkan kembali lamunannya.

Lagi-lagi, si pemuda Fan ini terkesiap dan menggumam kata ‘ah’ sebelum tersenyum.

“Belum, aku belum menunggu lama.”

Lihat bagaimana seorang Kim Hyerim tersenyum, amat manis. Mengandung kafein dimana Chengcheng ingin terus memandangnya, tanpa mengalihkan pandangan, pun ingin menjadi alasan dari setiap senyum yang diukir bibir ranum Kim Hyerim. Cinta memang segila itu.

“Kalau begitu, aku ingin memesan. Kau sudah memesan?”

Anggukan Chengcheng adalah jawaban. Beberapa waktu terbuang untuk Hyerim memesan. Setelah pelayan hengkang, kembali keduanya terlarut dalam hening.

Dalam hening jua, Chengcheng memperhatikan. Fitur wajah sang gadis, gerak-geriknya, dan semua hal yang melekat pada diri Kim Hyerim yang akhirnya mengundang hati mengatakan untuk mengungkapkan segalanya; menyatakan dirinya sudah memendam rasa pada dara Kim yang sedang sibuk berkutat dengan ponselnya.

“Hyerim….”

Pandangan Hyerim menengadah dari ponsel ke arah Chengcheng.

Dan saat lidah sang jaka hendak berlisan, Chengcheng seakan melihat refleksi imajiner dalam pantulan iris Kim Hyerim, yang kontan membungkam mulutnya. Seorang pria. Dalam obsidian jernih Hyerim yang membuatnya terlena, terpantul seorang pria, bukan dirinya tetapi pria lain yang bisa dia intip melalui pantulan kornea sang gadis yang nyatanya bersinggah di relung hati Kim Hyerim.

Dari awal dirinya berjuang, Chengcheng tahu bahwasanya Hyerim sudah memiliki penghuni hatinya sejak bertahun-tahun silam. Walau demikian, secara bodoh sebab kebodohan, gila, serta cinta memang sebelas-duabelas samanya,  Chengcheng tetap berjuang kendati seakan menggapai angin; sebuah angan semata.

“Apa kau sungguh membenci Luhan dan sungguh tidak mencintainya lagi?” Alih-alih ungkapan dari hati, Chengcheng menanyakan sebuah tanya retorik.

Hyerim tenggelam dalam hening. Wajahnya seakan tersiram air es. Ada keragu-raguan jua di paras jelitanya, yang menoreh luka di hati Chengcheng. Seakan telah menata hati dan perasaannya, Hyerim menegakkan duduknya dan mengangguk mantap dibalik akting luwesnya.

“Ya. Aku membenci dirinya sampai tidak sanggup untuk mencintainya lagi.”

Bohong. Chengcheng tahu itu hanya sebuah dusta. Bilamana itu realita, tak perlu ada keragu-raguan dalam diri Hyerim barusan. Bila itu sungguhan, mengapa sang gadis menutup rapat hatinya bahkan sebelum Chengcheng mengetuk?

“Dan bila ada orang lain menyukaimu lebih dari Luhan menyukaimu, apa kau bisa menyukai orang itu?” Tanya retorik kedua terlempar dan lihat bagaimana Hyerim membeku dengan wajah bingungnya.

Si gadis bingung sebab nalar dan hatinya bertolak belakang. Dirinya cuma memainkan permainan kucing-kucingan pada apa yang dicetuskan si hati yang tertutup rapat dan masih mengurung Luhan di dalamnya.

Menunduk, Hyerim berucap, “Aku….”

Pemandangan ini malahan membuat Fan Chengcheng tergores makin dalam, dimana Kim Hyerim memang masih memeluk Luhan dalam relung hati, tak pernah membiarkannya masuk sama sekali.

Aku menyukaimu. Frasa itu kembali terendam di dalam hatinya, menjadi ungkapan di bilik rahasianya tanpa si gadis yang bersangkutan tahu. Semua perjuangan Chengcheng berbuahkan sebuah kesia-siaan, dirinya terlalu bodoh hanya untuk memperjuangkan sesuatu yang tak akan bisa dirinya gapai; hati Kim Hyerim yang sudah ada Luhan di dalamnya. Lagi, dirinya disentak bahwasanya hanya cinta satu sisi yang terjadi padanya.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Namanya Oh Jinhye, gadis yang sedang melanjutkan pendidikan di Beijing. Dan gadis yang tengah menguntit pria yang dia sukai ke bistro, duduk dalam jarak aman sembari memperhatikan. Mata kepalanya menyaksikan sendiri pria yang dia sukai—Fan Chengcheng—sedang bersua dengan karibnya, Kim Hyerim.

Terulas spontan lah senyum pedih si gadis garis Oh. Ketika jatuh cinta, ada pilihan untuk memperjuangkannya atau menyerah. Namun Oh Jinhye sudah dibentangkan pada pilihan menyerah sebelum bisa memilih, dirinya dipaksa mufakat pada pilihan tersebut tatkala tahu sejak awal yang disukai Fan Chengcheng ialah sahabatnya sendiri.

Tapi bodohnya, Jinhye tetap menyukainya, mendekatinya layak biasa dengan merengkuh rasa melebihi seorang teman. Dalam diam, Jinhye memantik cintanya yang kendati sebesar asa membentang di tengah lautan luas, tak akan pernah menyentuh mentari sekalipun; cintanya sudah ditolak sejak awal sebelum mengungkapkan, sebelum berjuang.

Lihat percikan obsidian Fan Chengcheng ketika melihat senyum Kim Hyerim. Bagai orang mabuk; mabuk cinta, spesifiknya. Lihat pula bagaimana riak paras dan cara memandang yang dilakukan Fan Chengcheng pada Kim Hyerim; terselubung kekaguman yang dia curahkan dalam hati secara takzim.

Jikalau meletupkan angkaranya tak akan menjadi hal konyol, Jinhye ingin marah pada Hyerim. Betapa sahabatnya itu beruntung memiliki hati seorang Fan Chengcheng tapi terombang-ambing dalam bimbang pada cinta lamanya yang belum ia hapuskan tetapi dia benci sepenuh hati. Namun sebagai sahabat, Jinhye paham, tidak semudah itu Hyerim move on ketika Luhan sudah menjadi seluruh dunianya, tidak semudah itu juga kembali pada Luhan setelah pria itu mencambuknya keras dengan luka yang dalam.

Begitupula Jinhye. Cinta memang lucu, kebahagian dan kesengsaraan datang bersama di dalamnya. Kendati lebih banyak tersakiti, kita malah kian mencinta. Contohnya; Jinhye—O, juga Chengcheng serta Hyerim, atau mungkin juga … Luhan yang sudah menyakiti Kim Hyerim tapi kini berjuang kembali membuat sahabatnya itu bimbang dan makin tidak bisa membuka hati.

Entah konversasi apa yang dijalin Chengcheng dan Hyerim. Setelah lama berbincang dengan kopi masing-masing, Hyerim hengkang dari situ, meninggalkan Chengcheng termenung.

Meski tak tahu apa yang kedua insan itu obrolkan, Jinhye dapat tahu bahwa Fan Chengcheng tengah patah hati. Jinhye yang memang sudah terlarut pada patah hatinya sendiri, jadi makin terkoyak melihat pria yang ia sukai tersakiti.

Ponselnya diloloskan Jinhye dari tas selempangnya. Jempolnya menari lincah mengirimkan pesan pada Fan Chengcheng.

Kau di mana? Apa kau sibuk? Jika tidak, bisa temani aku minum? Sepertinya aku butuh minum.

Tak lama sebuah balasan dari Chengcheng—yang Jinhye perhatikan sedang berkutat dengan ponselnya setelah getaran ia rasakan di sakunya—masuk.

Aku juga butuh minum. Aku ada di kafe dekat mini market rumahku.

Setidaknya keduanya sama; butuh minum karena patah hati, meski hati keduanya tidaklah sama untuk mencintai satu sama lain. Cinta dalam diam memang membuat hati remuk redam. Begitulah yang terjadi pada Fan Chengcheng dan Oh Jinhye yang hanya mencintai dalam diam.

—Fin.


Pertama, ini tuh crost post hahaha (sebuah pengakuan dosa). Dan kedua ini adalah FF side story Chengcheng-Jinhye di FF kamingsun punyaku yang judulnya Choices, jadi di sini gak detail gimana ya si Chengcheng bisa kepincut Hyerim yang entah begimana gamon sama Luhan tapi keki juga sama Luhan. Terus Jinhye yang ajaibnya bisa sahabatan sama Hyerim dong WKWKWK dan harus  menelan pil pahit karena orang yang dia suka, sukanya sama sahabatnya. Ya ini cuma nyeritain dua manusya ini memendam rasa doang di fanfic yang akan datang HAHAHA, gak kukasih detail yang aku sebutin ya ntar jatohnya spoiler 😦 Dan ketiga, silakan kenalan sama Chengcheng, dia anak yuehua dan member nine percent & NEX7 huehehehe.

P.S : BTW CIEEE, AKU YANG PERTAMA PAKE TAG FAN CHENGCHENG DI SINI HAHAHA.  

Btw, mind to review?

.elsa

Song Review

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s